free page hit counter
Opini

Hari Toleransi Internasional 16 November 2023 “Sejarah, Makna dan Cara Memperingatinya”

Apa yang harus kita lakukan supaya lingkungan hidup kita sungguh toleran, khususnya toleransi beragama? Tampaknya pertanyaan ini sederhana, tetapi sebenarnya tidak sesederhana seperti tampaknya. Pertanyaan ini hanya dimiliki oleh pribadi yang memiliki bela rasa. Pribadi yang tidak memiliki bela rasa tidak akan membiarkan pertanyaan ini muncul dalam sanubarinya, karena dia akan melihat persoalan toleransi sebagai bukan urusannya. Itu urusan Kementerian Agama, lembaga agama atau orang lain.

Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman. Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menjaganya agar tetap utuh dan harmonis. Namun, belakangan ini Indonesia kerap mengalami krisis toleransi. Perbedaan yang ada justru menimbulkan perpecahan. Padahal, perbedaan itu sendirilah yang seharusnya membuat Indonesia menjadi indah karena lebih “berwarna”. Sebagai warga negara yang baik, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi.

Hari Toleransi Internasional adalah hari internasional yang diperingati sebagai kesempatan untuk merayakan toleransi dalam rangka menghargai keragaman yang ada di seluruh dunia. toleransi adalah rasa hormat, penerimaan, dan penghargaan terhadap keragaman yang kaya dari budaya dunia kita, bentuk ekspresi kita, dan cara menjadi manusia, seperti dikutip dari Deklarasi Prinsip-Prinsip Toleransi UNESCO 1995. Kapan Hari Toleransi Internasional diperingati adalah pada tanggal 16 November setiap tahunnya. Selain untuk merayakan keragaman dan toleransi, Hari Toleransi Internasional bertujuan memastikan untuk memberikan ruang bagi pendapat satu sama lain.

Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1995. Seperti dilansir situs resmi UNESCO, pada 16 November 1965 untuk menandai Tahun Toleransi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan peringatan 125 tahun kelahiran Mahatma Gandhi, UNESCO menciptakan Deklarasi Prinsip-Prinsip tentang Toleransi oleh Negara-negara Anggota UNESCO..

Deklarasi tersebut sebagai cara untuk mendefinisikan dan memberikan kesadaran toleransi bagi setiap dan semua badan yang mengatur dan berpartisipasi. Deklarasi ini juga menegaskan bahwa toleransi bukanlah kesenangan atau ketidakpedulian. Toleransi adalah rasa hormat dan penghargaan terhadap keragaman budaya dunia kita yang kaya, bentuk ekspresi dan cara kita menjadi manusia.

Adapun makna peringatan Hari Toleransi Internasional adalah dalam rangka mengakui hak asasi manusia universal dan kebebasan mendasar orang lain. Harapannya dengan toleransi dapat menjamin kelangsungan hidup komunitas campuran di setiap wilayah di dunia.

“Toleransi lebih dari sekadar menerima yang lain secara pasif. Itu membawa kewajiban untuk bertindak, dan harus diajarkan, dipelihara dan dipertahankan. Toleransi membutuhkan investasi oleh Negara pada manusia, dan dalam pemenuhan potensi penuh mereka melalui pendidikan, inklusi dan peluang. Ini berarti membangun masyarakat yang didirikan atas dasar penghormatan terhadap hak asasi manusia, di mana ketakutan, ketidakpercayaan, dan marginalisasi digantikan oleh pluralisme, partisipasi, dan penghormatan terhadap perbedaan.” pesan Hari Toleransi Internasional dalam Deklarasi Prinsip Toleransi UNESCO, yang diadopsi pada tahun 1995.

Yayan Riadi Nusman

Join The Discussion