Opini

Kemerdekaan Republik Kenya serta Nuansa Damai yang Diidamkan

Kemerdekaan memang memiliki arti khusus bagi seluruh masyarakat dunia, termasuk Republik Kenya. Pada momen ini, Kenya berhasil memeroleh kebabsan dan pengakuan atas keberadaan negaranya. Selain itu, lepas dari penindasan penjajah lah yang paling penting dan tentu saja akan membawakan suasana damai bagi seluruh masyarakatnya.

Hari ini, tepat 58 tahun hari kemerdekaan bagi Republik Kenya. Pada 12 Desember 1963, Republik Kenya mendeklarasikan kemerdekaannya dan terbebas dari Britania Raya. Bangsa Afrika Timur ini pun telah terbebaskan dari jerat penindasan bangsa kolonial. Meskipun begitu, demokrasi di negara ini masih dalam pengembangan.

Kenya atau Republik Kenya adalah merupakan sebuah negara yang terletak di kawasan Afrika Timur. Menjadi salah satu negara yang diduduki oleh kolonial sejak tahun 1505. Pada masa ini Kenya berada pada keadaan yang terpuruk, sejak awal masuknya kolonial beberapa peristiwa pemboman dan perampokan sering terjadi.

Selain itu, akibat bangsa kolonial yang ingin memperluah wilayah perdagangan mereka, beberapa daerah di sepanjang kota pesisir berhasil mereka kuasai dan keadaan ini berlangsung selama beberapa puluh tahun lamanya.

Masa Pemberontakan

Pada tahun 1952 atau sebelas tahun sebelum kemerdekaan Republik Kenya, terjadi sebuah pemberontakan yang dikenal oleh masyarakat dengan peristiwa Mau Mau Uprising atau Pemberontakan Mau Mau dan kejadian ini merupakan sejarah konflik berdarah bagi rakyat Kenya.

Dalam peristiwa ini, Inggris menghabiskan banyak uang dalam usaha meredam dan menghentikan aksi pemberontakan. Selain itu, banyak warga sipil yang menjadi korban pembantaian kolonial, sebagian besar warga dikurung dan ditahan dalam kamp konsentrasi serta menangguhkan hak kebebasan sipil di beberapa kota. Artinya warga Kenya berada dalam kondisi terkekang meskipun mampu melawan.

Perang ini berakhir dengan pemenjaraan dan eksekusi mati hampir semua pemberontak yang berhasil ditangkap, namun kolonial memahami betul, bahwa tidak selamanya mereka akan dapat menduduki wilayah Kenya.

Berlandaskan hal tersebut,  pemerintah kolonial berusaha mengubah tatanan kehidupan mereka dan warga Kenya.  Diperkenalkannya lah reformasi dan kesempatan bagi warga kenya dalam kemudahan memiliki tanah serta menanam kopi dan beberapa tanaman penghasil uang lainnya, namun hasil panen akan dialokasikan juga bagi masyarakat Eropa yang bermukim di sejumlah wilayah di Kenya.

Tidak hanya itu, warga kenya diberi izin untuk melaksanakan pemilihan anggota Dewan Legislatif pada tahun 1957, setelah sejumlah gerakan nasionalis meluas di hampir seluruh wilayah Kenya. Setelah kejadian pemberontakan tahun 1952, secara finansial dan militer Inggris tidak mampu lagi memprtahankan jajahan mereka dan segera Inggris melakukan negosiasi kemerdekaan pada 1960.

Melalui negosiasi ini, perjanjian yang menyerukan Dewan Legislatif terdiri atas 66 kursi, dengan 33 kursi disediakan untuk warga kulit hitam Kenya dan 20 untuk kelompok etnis lainnya. Sebagai salah satu mantan pemimpin UNI Nasional Afrika Kenya, Jomo Kenyatta yang telah dipenjarakan oleh Inggris dipersiapkan sebagai Perdana Menteri pertama Kenya dan dilantik pada 1 Juni 1963 untuk selanjutnya mendeklarasikan kemerdekaan Republik Kenya.

Masalah Usai Deklarasikan Kemerdekaan

Setelah berhasil mendeklarasikan kemerdekaanya, ternyata bangsa kolonial masih memiliki dampak tersendiri bagi Republik Kenya dan malah menimbulkan permasalahan baru bagi masyarakatnya. Salah satunya ialah pembagian batas teritorial yang berdasarkan kepemilikan wilayah kekuasaan bangsa Eropa yang terpecah menjadi dua kelompok yang berbeda.

Saat Perang Dunia I terjadi, Inggris telah membagi sebagian wilayah timur, Jubalan yang secara ekslusif yang dihuni oleh masyarakat etnis Somali di bagian selatan Somalia diberikan kepada Italia, sebagai bentuk sambutan karena telah bergabung dengan sekutu. Sedangkan bagian barat Jubaland masuk ke dalam wilayah teritorial British East Africa  yang diberi nama Northern Frontier District.

Setelah merdeka, etnis Somali yang mendiami bagian timur laut Kenya serta mencakup 6 persen total populasi penduduk Kenya, malah memicu konflik etnis Somali. Perang narasi atau permusuhan digaungkan untuk kelompok Somali oleh warga yang masih terdampak pengaruh kolonialisme.

Pertempuran pun terjadi dengan pemberontak Somalia dan selesai pada tahun 1969, setelah Kenyatta melembagakan pemerintahan satu partai dan ia memimpin pemerintahan hingga ia meninggal pada tahun 1978, kemudian digantikan oleh Daniel arap Moi

Demokrasi dan keadilan di Republik Kenya masih terus bergulir hingga mereka melembagakan konstitusi pada tahun 2010. Lalu, pada tahun 2013, putra Kenyatta, Uhuru, kemudian menjadi presiden Republik Jenya setelah sebelunya menjadi Menteri Pemerintah Lokal di Bawah kepemimpinan Daniel arap Moi sebagai Perdana Menteri.

Demokrasi dan keadilan di Kenya terus bergulir di negara itu hingga mereka baru melembagakan konstitusi pada 2010, di mana tiga tahun kemudian, pada 2013, putra Kenyatta, Uhuru, kemudian menjadi presiden Kenya setelah sebelumnya menjadi Menteri Pemerintah Lokal di bawah pemerintahan Daniel arap Moi.

Dalam usahanya, pemerintahan Republik Kenya yang terlihat jelas sedang mengidamkan suatu keadaan merdeka di seluruh sektor serta lapis masyarakat. Keadaan ini tentu saja akan membantu pengembangan negara ke arah yang lebih baik serta menciptakan lingkungan yang penuh damai bagi seluruh masyarakat yang bermukim di Republik Kenya.

A Sofyan NA

Referensi : Berbagai Sumber

Join The Discussion