Opini

Tokoh Dunia : Stephen Hawking dalam Megahnya Alam Semesta yang Selalu Ia Bicarakan

Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS atau yang lebih dikenal dengan nama Stephen Hawking adalah seorang ilmuan fisika teoretis dan paling terkenal dalam sejarah dunia. Karyanya mengenai asal-usul dan struktur alam semesta telah merevolusi fisika menjadi seperti yang kita kenal sekarang.

Pencapaian Hawking di dunia pendidikan sangatlah banyak. Menjadi seorang Profesos Matematika Lucasian di Universitas Cambridge adalah prestasinya yang paling menonjol. Pencapaiannya ini sangatlah bergengsi mengingat hanya beberapa orang saja yang tercatat dalam sejarah dapat menyandang gelas Profesor tersebut.

Ia juga merupakan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Lalu, salah satu tulisannya yang sangat terkenal ialah A Brief History of Time, yang tercatat dalam daftar tulisan bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.

Meskipun Hawking mengalami Tetraplegia (kelumpuhan) akibar sklerosis lateral amiotrofik, karier di dunia ilmiahnya terus berlanjut hingga menjadi dasar penting dalam dunia ilmiah khususnya ilmu fisika. Sahabat Damai, untuk mengenak sosok Stephen Hawking lebih mendalam, berikut kami sajikan beberapa kisah dan catatan kehidupan beliau.

Perjalanan Panjang Pendidikan Seorang Hawking

Stephen Hawking lahir di Inggris pada 8 Januari 1942 dari pasangan Frank dan Isobel Hawking. Ibunya keturunan asli Skotlandi, keduanya berkuliah di Universitas Oxford, Frank masuk jurusan Kedokteran dan Isobel adalah mahasiswa jurusan filsafat, politik dan ekonomi. Mereka bertemu ketika pecahnya Perang Dunia II.

Setelah menikah, Frank bekerja sebagai peneliti medis dan Isobel seorang sekretaris. Mereka tinggal di Highgate, namun pengebomam di London pada masa itu membuat keluarga Hawking pindah ke Oxford dan disana ia melahirkan Stephen Hawking. Hawking memiliki dua adik, bernama Philippa dan Marry, serta adik adopsi bernama Edward.

Hawking mulai mengenyam pendidikan di Bryon House Schooli di Highgate, London. Di usia tersebut, ia berpikiran, bahwa metode pengajaran yang ia peroleh di sekolah telah membuatnya gagal belajar membaca. Di usia 8 tahun, ia bersekolah di St Albans High School selama beberapa bulan. Saat itu, anak lelaki diizinkan untuk bersekolah dan tinggal di salah satu asrama disana.

Lanjut dari asrama, ia bersekolah di Radlett School, sekolah independen di desa Radlett, Hertfordshire, selama setahun lamanya. Lalu, pada September 1952 atau di usianya yang ke 10, ia melanjutkan sekolah di St Albans School yang ada di Hertfordshire melalui ujian transfer satu tahun lebih awal.

Keluarga Hawking sangat mengutamakan pendidikan, ayahnya menginginkan Hawking untuk dapat bersekolah di Westminster School. Namun, saat berusia 13 tahun pada hari ujian untuk penerima beasiswa, ia jatuh sakit. Berasal dari keluarga berkecukupan, membuat Hawking hanya dapat mengharapkan beasiswa tersebut. Atas kejadian ini, Hawking pun harus bertahan di St Albans School.

Pada tahun 1958, ketika ia berkenalan dengan seorang guru Matematika yang baru di sekolahnya, Dikran Tahta, Hawking mulai berkembang pesat dalam penguasaan teknologi, mekanik jam dan komponen mesin lainnya. Meskipun dikenal sebagai seseorang yang jenius, ternyata Hawking sering memeroleh nilai yang tidak bagus dalam pelajaran umum.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menggemari pelajaran ilmu pengetahuan. Terinspirasi oleh gurunya, ia memutuskan untuk belajar Matematika di Universitas. Namun, ayah Hawking beranggapan pilihan tersebut akan sulit baginya mendapatkan pekerjaan dan ia menyarankan agar Hawking mengambil jurusan kedokteran sama sepertinya.

Masuk di perguruan tinggi, ia disekolahkan oleh ayahnya di University College, Oxford atau sama dengan universitas ayah dan ibunya dulu. Karena pada masa itu belum ada jurusan Matematika, Hawking pun memutar haluan dan memilih jurusan Fisika dan Kimia. Pada Maret 1959 ia dianugerahi beasiswa setelah berhasil mengikuti serangkaian ujian seleksi.

Hawking menyelesaikan pendidikan tingginya di usia yang tergolong masih muda, yaitu 17 tahun. Wah luar biasa ya Sahabat, seorang Stephen Hawking dan dengan perjalanan panjangnya dalam menuntut ilmu, membuatnya menjadi seseorang yang sangat cerdas. Ia berhasil lulus di usia masih sangat belia dan masa kecilnya ia habiskan dengan berpindah-pindah sekolah. Luar biasa genks.

Jenius yang Hampir Dibatasi oleh Tetraplegia

Pada awal tahun 1963, Hawking yang hampir menginjak usia yang ke-21 tahun didiagnosis mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau yang dikenal juga dengan penyakit Lou Gehrig. Ia sempat didiagnosis hanya akan bertahan hidup selama dua tahun saja, namun nyatanya ia dapat hidup lebih lama dan meninggal di usia yang ke-76 tahun pada 14 Maret 2018 silam.

Penyakit ALS yang diderita oleh Hawking, perlahan menggerogoti tubuhnya dan perlahan membuatnya kehilangan kemampuan untuk bergerak atau secara bahasa ia mengidap Tetraplegia (kelumpuhan). Akibat dampak dari ALS tersebut, ia harus menggunakan kursi roda untuk dapat bergerak seperti biasanya.

Pada tahun 1985, Hawking menjalani serangkaian operasi salah satunya ialah Operaso Trakeostomi. Operasi ini mengalami kegagalan dan mengakibatkan Hawking kehilangan kemampuan untuk berbicara. Untungnya, sebuah alat yang diciptakan di Cambridge University telah membantunya dalam proses komunikasi. Alat tersebut membantu Hawking dalam memilih kata hanya dengan menggerakkan otot pipi.

ALS tidak mematahkan keinginan seorang Hawking untuk dapat mengeksplorasi dunia ilmu pengetahuan dan alam semesta. Ia sempat mengeluarkan banyak teori kuantum dan sejumlah revisi teori tersebut. Lalu, di akhir teorinya tentang lubang hitam, ia menyebutkan bahwa lubang hitam itu sebenarnya tidak ada, setidaknya lubang hitam yang kita kenal secara tradisional.

Selain itu, yang paling fenomenal ialah hipotesis penciptaan alam semesta, yaitu Bigbang. Paling terkahir ialah teorinya mengenai tidak adanya batas pada alam semesta, meskipun jumlah planet memiliki jumlah angka tertentu, namun luas batasan dari alam semesta tidak pernah memiliki dinding.

Terkenal sebagai seorang ilmuwan, tidak menjadikan Hawking untuk bertahan di dunia itu saja. Ia juga dikenal oleh masyarakat dunia sebagai seorang penulis buku populer. Buku pertama yang ia buat dan dipublikasikan pada tahun 1988 yang berjudul A Brief History of Time telah terjual lebih dari 10 juta kopi.

Lebih dari itu, ia juga pernah tampil di sejumlah acara televisi dan film dunia salah satunya pada serial Star Trek : the Next Generation dan Big Bang Theory. Hawking juga pernah muncul dalam The Simpsons, lalu yang paling terakhir ialah film berjudul The Theory of Everything yang merupakan film biografi seorang Stephen Hawking.

Sahabat Damai, begitulah kisah panjang perjalanan Stephen Hawking menapaki dunia alam semesta melalui teori-teori yang ia publish. Kisah perjuangannya dalam menempuh pendidikan dan semangat demi dunia ilmu pengetahuan, meskipun ia mengidap ALS. Keren kan Sahabat, yuk kita menjadi sosok yang lebih semangat lagi mulai sekarang, lalu kita coba untuk melampaui orang-orang hebat dunia.

A Sofyan NA

Referensi : Berbagai Sumber

Join The Discussion