Opini

Peduli Sikologi AI

Halo teman-teman! aku duta dan adikku Ai kembali lagi dengan cerita hari ketiga yang tidak kalah menarik dari sebelumnya nih. Langsung simak aja yah.

 Setiap pagi, aku selalu bangun lebih dahulu dibanding dengan adikku Ai, kami punya kebiasaan rutin tiap hari weekend yaitu bersih-bersih rumah. Tapi biasanya ini weekend aja yah, kalo hari lain kadang malas-malas gitu. Hihihih. Karena si monster virus Corona kecil itu, aku dan AI harus stay dirumah, yah hitung-hitung lagi istirahat, eh tepatnya liburan dirumah doang aja sih sambil bantu-bantu ibu.  Yang pasti tidak kaya Patrick yah yang bisanya makan tidur makan tidur Hehehe.

Kata orang-orang si Virus monster itu menular dan sangat berbahaya, jarak penyebarannya cukup panjang kisaran 1-2 meter. Makanya deh aku dan adikku AI harus tinggal dirumah aja, istilah kerennya sih WFH (Work From Home). Hmm matahari udah terang nih, jam dinding pun menunjukkan pukul 07.30 WIBO (waktu Indonesia Bagian Online), biasanya kan jam segini Ai sudah bangun dan teriak-teriak manggil si meong kesayangannya. Kok ini belum muncul-muncul juga. Ada apa yah! (Aii dimana sih, nabilang hari ini mau bantu beresin rumah!)

Aku ke kamarnya aja kali yah, hmm (Ai jangan sembunyi, Cepat sini bantuin kakak beresin rumah). Kok belum ada suara juga, aku buka pintunya aja deh. Akhirnya ai buka pintunya juga. (Ayok sini bantuin kakak).  (Maaf kak, Ai Sakit Corona). Ai takut nanti menularkan kakak duta, abis itu Ai bisa mati hikssss. Hmm (Kok bisa? Padahal Ai selalu jaga kesehatan kan) ditambah Ai kan lagi WFH ng perna keluar rumah selama 2 minggu ini. Ada –ada aja kamu Ai.

Aku khawatir juga sih, kalo misalnya Ai benar-benar Corona, wah gawaaat, adikkuuu sedang dalam kondisi bahaya dong. Hmmm. Aku harus berbuat sesuatu (kakak Panggil Dokter dulu yah). Hai Teman- teman, aku (Ai) lagi takut nih, jangan-jangan benar aku lagi corona, tunggu kakak panggil dokter aja deh (Jangan lama-lama kak, Ai Takut).

Setelah beberapa menit kemudian, dokter datang dirumah dan segera memeriksa kondisi Ai, dan hasilnya ternyata (Ai, Cuma Flu biasa aja. Ini bukan gejala virus corona ucap dokter) sambil memeriksa kepala Ai mengecek suhu tubuhnya. Alhamdulillah yah, Ai tidak corona. Hampir aja aku kirim ke Rumah sakit Puja yang katanya bisa sembuhin coronaa. (Makanya, jangan simpulkan sendiri penyakitnya sebelum di periksa Ai).  Dengan muka dan nada polos Ai menjawab  (Iya kak, Maafin Ai).

Tiba-tiba Ai berulah, ia  mendadak bersin  dan apesnya itu  di depan aku (Hachuuuu). Aku reflex ambil gaya pertahanan diri hahaha.. Ai malah bercanda (Selow Maki kak, Bukanji Bersin Corona ini. Hehehehhe) sambilan ketawa terbahak-bahak melihat ekspersiku yah geram jadinya kan. (Tapi, jangan tong bersin depannya orang, apalagi ga tutup mulut!) kan bahaya, tetap aja mindahin virus adikku ini. Kalo mindahin rupiahnya ke kakak mah mauuuu. hihiii

Bersambung ***

Catatan penting dari cerita di atas adalah Jangan cepat menjustifikasi diri tanpa melakukan pemeriksaan yang mendalam, sebab mental dan pengaruh pikiran yang buruk akan merusak pola pikir yang positif. Perlu di ketahui gejala Corona salah satunya adalah flu dan batuk tapi tidak semua flu dan batuk yang dialami mengindikasikan positif penyakit corona olehnya tetap jaga mental pikiran positif, agar kesehatan mental memacu tubuh yang sehat. (RYN)

Join The Discussion