free page hit counter
Opini

Memahami Konteks Perdamaian dalam Lingkup Ilmu Pendidikan 

Pendidikan merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam menciptakan generasi gemilang di masa yang akan datang. Kemajuan Pendidikan telah merambah dari masa ke masa. Pentingnya Pendidikan dibuktikan dengan sebuah pepatah yang berbunyi “Tuntutlah Ilmu Hingga Ke negeri Cina”. Ilmu memang tidak hanya bisa didapatkan di bangku Pendidikan saja, namun hakikatnya pehamaman sebuah ilmu akan berbeda perspektifnya ketika dipandang dari konteks pendidikan. 

Dalam buku berujudul “Landasan Pendidikan (Dasar pengenalan diri sendiri menuju perubahan hidup” karya Prof. Dr. Ir.Amos Neolaka, M.Pd, dkk, Ilmu Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari serta memproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia meliputi pengajaran dan pelatihan; proses, cara, dan pembuatan mendidik. Dari pengertian tersebut terdapat sebuah perspektif bagian penting dari Pendidikan ialah:

  1. Meningkatkan pengetahuan, pengertian, kesadaran dan toleransi.
  2. Meningkatkan “questioning skills” dan kemampuan menganalisiskan sesuatu termasuk pendidikannya
  3. Meningkatkan kedewasaan individu (mengenal dirinya, hidup jujur, adil dan rendah hati)

Jika ditelaah lebih jauh dapat disimpulkan bahwa pendidikan tidak hanya membuat seseorang lebih dewasa memandang sesuatu tetapi juga dilihat dari implementasi ilmu dari pendidikan yang diminati. Namun secara umum, Pendidikan mengajarkan tiap individu untuk sadar, mengerti serta yang paling penting toleransi serta berbuat baik dan rendah hati. Menapak sebuah jalan bernama pendidikan memang tidak menjamin segala hal. Namun hasil dari ilmu pendidikan itu membuat individu mengerti cara menyikapi sesuatu dengan lebih baik, lebih dewasa dan tidak mengedepankan emosi. Pendidikan mengajarkan tiap individu untuk berbudi baik, menjalankan prinsip kemanusiaan dan mengembangkan pola pikir yang lebih terarah dan membentuk pribadi lebih empatis.  Namun, Melihat yang tengah terjadi saat ini ialah maraknya orang yang berpendidikan melakukan hal-hal yang diluar daripada kebenaran, apakah kita akan menyalahkan pendidikannya????

Penulis ingin bercerita sedikit mengenai pentanyaan diatas. Seorang filsuf yang kebetulan pernah saya temui mengemukakan bahwa pendidikan itu ibarat sebuah pisau, menguntungkan apabila di gunakan dengan baik dan mencelakakan apabila digunakan dengan pikiran yang tertutup. Apa maksudnya? Pendidikan adalah sebuah alat sebuah wadah untuk mencari dan mengenali diri. Namun bisa juga dari pendidikan kita juga semakin jauh dari diri sendiri mengapa? karena kita menggunakan pendidikan itu sebagai sesuatu yang merugikan orang lain dan marwah pendidikan tentu akan selalu menolaknya. 

Nah, Jika diperhatikan lebih dalam lagi, banyak dampak yang dihasilkan dari lingkup ilmu pendidikan. Jika mengambil dalam perspektif perdamaian, Pendidikan tentu membawa pengaruh yang besar untuk pendamaian umat. Pendidikan mempertemukan tiap individu yang berbeda, baik dari beda suku, ras, agama bahkan pola pikir. Perbedaan ini disatukan dalam sebuah lingkup bernama pendidikan. Dalam kelas bernama ilmu. Penempuh ilmu pendidikan tentu tidak akan egois memandang secara rasis dan diskriminatif seseorang dalam satu lingkupnya karena individu tersebut memiliki tujuan yang sama. Pendidikan juga memberikan gambaran mengenai kasih sayang terhadap satu sama lain sekalipun juga dari banyak kemungkinan yang berbeda. serta pendidikan memberikan kedewasaan terhadap tiap individu untuk mampu memilah mana hal yang baik mana hal yang tidak baik bagi orang lain sehingga ini menjadi pertimbangan tersendiri dalam melakukan hal-hal yang melanggar prinsip pendidikan itu sendiri.

Alfira Yuniar 

Join The Discussion