free page hit counter
Opini

Kunci damai : Toleransi bukan Arogansi

Indonesia sebagai negara Multikultural dikenal luas oleh negara lain sebagai negara yang tinggi akan upaya mewujudkan toleransi agar terciptanya kehidupan bernegara yang damai dan sejahtera. Keragaman ini adalah salah satu aspek keunikan dan menjadi jatidiri untuk Indonesia, dan dengan itu kita akan sangat mudah untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kerjasama antar berbagai kelompok masyarakatnya dalam menghormati perbedaan yang ada. Tentu dengan contoh yang baik kepada negara lain,  tapi apakah kita sudah memperlihatkan contoh yang baik dalam menerima perbedaan yang ada? Tentu ini menjadi PR bagi masyarakat Indonesia sebagai bagian dari negara multikultural. 

Indonesia adalah salah satu contoh negara yang sangat multikultural. Negara ini dikenal dengan keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi Indonesia namun disisi lain hal ini juga berpotensi melahirkan wujud intoleransi dan diskriminasi antar masyarakat. Hal ini tentu jauh dari salah satu misi dari nilai sila Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. 

Tentu, toleransi adalah sikap yang sangat penting dalam berinteraksi dengan orang lain. Toleransi juga menjadi kunci penting dalam membuka pintu perdamaian. Toleransi berarti menghormati perbedaan pendapat, keyakinan, dan budaya tanpa menunjukkan arogansi atau sikap superior. Oleh karena itu, bersikap sesuai nilai toleransi. Ini adalah dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang sehat dan harmonis dalam masyarakat. 

Arogansi sendiri adalah sikap atau perilaku yang ditandai oleh kepercayaan berlebihan pada diri sendiri, sering kali dengan meremehkan atau merendahkan orang lain. Ini bisa menjadi sifat yang tidak menyenangkan dan dapat mengganggu hubungan Interpersonal. Penting untuk mengembangkan sikap yang lebih terbuka dan empati terhadap orang lain daripada bersikap arogan. “Orang yang arogan tak akan pernah damai, sering jengkel dan gampang murka-marah sebab ingin senantiasa diperlakukan Istimewa”. Salah satu bentuk upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan menghormati kebudayaan, etnis, suku, bahasa, agama dan lain sebagainya. Hal ini bisa mempererat tali persaudaraan antar masyarakat. 

Ada pepatah yang mengatakan :

“Arogansi sebenarnya berasal dari rasa tidak aman dan pada akhirnya kita merasa lebih besar dari orang lain.” – Desmond Tutu

Inilah masalah yang sering dijumpai di kalangan masyarakat, sikap arogansi yang begitu besar di dalam diri setiap orang sehingga menyepelekan nilai-nilai toleransi. Mereka menganggap bahwa mereka selalu benar nyatanya mereka hanya merasa tidak aman dan terancam sehingga timbul sikap arogan untuk membenarkan segala yang menurutnya benar. Padahal masalah seperti ini bisa diselesaikan dengan komunikasi dan perlu meningkatkan rasa percaya kepada orang lain. 

Di antara mereka hanya sedikit yang paham akan pentingnya toleransi dan bukan arogansi dalam menjadi kunci perdamaian, padahal sebagai makhluk sosial kita saling membutuhkan satu sama lain tanpa merendahkan atau bahkan merugikan pihak lain. Dalam hubungan antar individu atau dalam hubungan bermasyarakat, kita ketahui bahwa toleransi adalah faktor yang sangat penting untuk menciptakan kedamaian dan ketentraman, sementara itu arogansi merupakan kebalikannya dimana kita tahu bahwa sikap arogansi dapat memecah belah dan menghambat kolaborasi dan persatuan antar masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu tahu dan mampu merealisasikan sikap toleransi dan harus menghindari arogansi. Hal ini merupakan 2 hal yang sangat penting dalam membangun hubungan yang positif dan memajukan masyarakat yang inklusif.  

Sebagai warga negara yang baik kita memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga keutuhan dan perdamaian negara. Namun hal itu tidak akan terealisasi dengan baik jika ada segelintir masyarakat yang masih mengutamakan ego dan sikap arogansi mereka. Jika kita dihadapkan dengan sikap seperti itu maka kita sebagai saudara setanah air harus menjelaskan dan mengarahkan saudara kita untuk menjauhi arogansi dan meningkatkan toleransi. Salah satu hal yang perlu kita lakukan adalah berupaya menghilangkan sikap arogansi setidaknya dimulai dari diri pribadi sendiri dan juga yang merajalela di lingkungan masyarakat. Pada dasarnya untuk berusaha berubah menjadi lebih baik memang memerlukan usaha dan kesadaran diri yang kuat. Apalagi berusaha membuat orang lain untuk memahaminya. Tanamkan dalam diri kita bahwa Kesungguhan sangat penting dalam perjalanan menuju kerendahan hati dan hubungan yang lebih positif dengan orang lain. Contohnya dengan menghargai perbedaan yang ada juga menjauhi sikap diskriminasi terhadap perbedaan budaya, agama, ras, suku, dan lain sebagainya. 

Selama kita bersedia untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang lebih terbuka dan ramah, perubahan positif dapat terjadi. Teruslah bekerja dan berusaha ke arah positif, dan percayalah hasilnya akan menguntungkan kita dan hubungan sosial dengan orang lain. “Bersama kita bisa, bersama kita damai”.

Iyan Fryan 

Join The Discussion