free page hit counter
Opini

“Interaksi Menciptakan Perdamaian, Emang Bisa?”

Manusia sebagai makhluk sosial juga diberi istilah zoon politicon. Zoon politicon adalah kondisi dimana manusia memiliki kodrat untuk berinteraksi, hidup bermasyarakat, memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidup dan akan selalu bergantung kepada orang lain sehingga manusia tidak dapat dipisahkan oleh kelompok manusia lainnya.

Aristoteles

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosial adalah hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat atau sifat-sifat kemasyarakatan yang memperhatikan kepentingan umum. Manusia dinyatakan sebagai makhluk sosial sosial sudah terjadi sejak ia lahir. Seorang manusia yang akan lahir pasti membutuhkan manusia lain untuk memberikan pertolongan. Nah, hal ini berlaku untuk semua manusia tanpa melihat sebuah kedudukan atau kekayaan. 

Implementasi sederhana bentuk interaksi manusia dengan yang lainnya ialah saling menyapa, berjabat tangan, bahkan gotong royong. Aktivitas-aktivitas sederhana seperti ini tentu menjadi ciri-ciri manusia sebagai makhluk sosial. Seiring berkembangnya populasi manusia secara global membuat manusia hidup seperti tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 

Adanya hubungan timbal balik antara satu manusia dengan manusia lainnya membuktikan bahwa manusia pasti selalu bergantung pada orang lain agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, saat berada di pasar untuk berbelanja makanan atau kebutuhan lainnya, sebagai pembeli harus berinteraksi dengan penjual untuk mendapat sebuah kesepakatan atau ketika belajar di dalam kelas, adanya interaksi antara guru dan murid agar mendapat ilmu pengetahuan. Hal ini sesuai dengan pernyataan “Manusia baru bisa dikatakan sebagai manusia yang sebenarnya, jika berada dalam masyarakat”, bahwa dalam bermasyarakat, manusia melakukan komunikasi, sosialisasi dan interaksi dengan masyarakat lainnya. 

Dikutip dari dinkesdi.id, Interaksi terbagi menjadi dua jenis, yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Kedua interaksi ini umum terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Namun yang paling diharapkan terjadi di masyarakat adalah bentuk interaksi sosial asosiatif. Karena interaksi sosial disosiatif adalah interaksi yang menuju ke arah perpecahan sedangkan asosiatif lebih menuju pada persatuan. 

Apa itu interaksi sosial asosiatif? Interaksi sosial asosiatif merupakan salah satu bentuk proses interaksi sosial yang mana proses interaksi sosial asosiatif akan membawa seseorang menuju proses hubungan sosial yang positif di lingkungan masyarakat. Hubungan positif yang dimaksudkan yaitu bersifat mempersatukan dan menghasilkan keteraturan dan dinamika sosial.

Ada empat jenis interaksi sosial asosiatif, yaitu : 1) akomodasi, 2) kerja sama, 3) akulturasi, 4) asimilasi. Akomodasi, dikutip dari buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2020) karya Dina Anika Marhayani dkk, akomodasi disebut juga jalan damai. Tujuan utama akomodasi adalah menyelesaikan permasalahan supaya tidak berlarut-larut, sekaligus mencari penyelesaiannya. dalam penyelesaian konflik, akomodasi membantu kedua belah pihak untuk mau bersepakat dan menciptakan interaksi yang lebih damai. Misalnya penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak kontraktor, lewat pengadilan.

Kerja sama adalah jenis interaksi sosial asosiatif yang dilakukan oleh masyarakat atau beberapa individu untuk saling membantu dan bekerja sama. Interaksi ini sering dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mencapai tujuan bersama, atau menjamin suksesnya sebuah kegiatan. Misalnya, masyarakat RT 06 Pedurungan, Semarang, bekerja sama untuk membersihkan lingkungan sekitar agar terhindar dari banjir.

Akulturasi dilansir dari buku Sosiologi Pedesaan (2022) oleh Sriyana, adalah pertemuan dua kebudayaan yang saling memengaruhi satu sama lain. Jenis interaksi sosial asosiatif ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melewati proses berkelanjutan dan terus-menerus. Akulturasi juga bisa diartikan sebagai proses adaptasi kebudayaan dengan mempertahankan budaya lama. Sebagai contoh, akulturasi pada bangunan keraton yang merupakan perpaduan dari arsitektur Jawa, Eropa, Arab, dan China.

Asimilasi merupakan proses penggabungan dua kebudayaan berbeda menjadi satu kebudayaan baru dan berbeda. Bisa juga didefinisikan sebagai proses peleburan budaya dengan menghilangkan kebudayaan asli, di mana budaya baru jauh lebih dominan. Asimilasi bisa terjadi karena individu atau kelompok dengan latar belakang berbeda, hidup di satu lingkungan yang sama. Contoh jenis interaksi sosial asosiatif ini adalah baju koko di Indonesia yang awalnya identik dengan warga Tionghoa kemudian berubah menjadi baju koko yang digunakan umat muslim pria.

Selain jenis dari interaksi asosiatif ada juga manfaat dari interaksi social asosiatif itu sendiri ialah sebagai berikut :

  • Dapat mempersatukan dan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam masyarakat tanpa harus terjadi perpecahan. 
  • Dapat mengarahkan masyarakat menuju pada persatuan dan kesatuan. 
  • Tidak terjadi perpecahan. 
  • Mencegah terjadinya konflik yang terjadi antara individu dengan individu lainnya dan antara satu kelompok atau lebih. 
  • Menjalin suatu kesatuan dan meningkatkan solidaritas kepada seluruh anggota kelompok. 

Nah, coba bayangkan apabila di Indonesia kita menerapkan jenis interaksi social asosiatif, tentu sangat indah bukan? Mengurangi perselisihan, dan menciptakan kehidupan yang sejahtera antar satu dan yang lainnya. Ingat kodrat kita sebagai manusia ialah tidak bisa hidup tanpa orang lain. Sekarang jangan cuma membayangkan tetapi memulai. Yuk kita mulai saat ini kita niatkan untuk memberi hal positif ke orang lain baik secara individu maupun kelompok.

Alfira Yuniar

Join The Discussion