free page hit counter
Uncategorized

Nostalgia ala 90-an

Hi para anak milenial, apa yang paling kamu rindukan dari masa kecilmu? Apakah kamu merindukan hari minggumu dengan kartun? Atau kamu merindukan cemilan-cemilan fenomenal yang mulai langkah ntuk kamu temukan hari ini? Atau mungkin momen surat-suratan dengan Si Doi yang membuatmu senyum-senyum sendiri? Ayo kita bernostalgia melalui permainan tradisonal ala anak 90-an.

Lari-larian bersama teman-teman mengejar laying-layang kini tidak popular lagi. Kalo akhir-akhir ini yang popular adalah serial layangan putus. Tapi, tenang Tulisan ini bukan review film. Tulisan ini adalah sebuah nostalgia masa kanak-kanak anak 90an, yang dibuat secara sederhana. Tulisan sederhana tentang permainan anak 90an.

Anak 90an pasti sangat familiar dengan nyanyian atau kata-kata dibawah ini.

Hompimpa alaium Gambrang

Satu….dua… tigaaa… Lari.

Jengkal satu. Jengkal dua. Jengkal tiga

Ya sudah mari kita kembali mengingat-ingat beberapa permainan ala anak 90an

1. Baguli

Baguli atau disebut kelereng. Permainan anak 90an yang cukup popular di kalangan anak laki-laki. Tapi tak jarang, ada juga loh beberapa anak perempuan yang memainkan ini.

2. Boi-boi

Boi-boi atau dalam Bahasa indonesai disebut Bola Gebo. Sebuah permainan yang kadang kala disebut permainan yang menyakitkan. Ya, tapi pasti lebih sakit kalau melihat doi bahagia dengan yang lain? Upsss J menyakitkan karena menggunakan bola kasti, tapi bagi anak 90-an itu tidak ada apa-apanya. Malahan kadang kala keseruannya justru disitu. Cara memainkan permainan ini tidak hanya menguji kerjasama dan ketangkasan. Tetapi, juga menguji kemampuan motorik saat harus menyusun batu seperti piramida. Lalu, lawan akan memainkan dengan mengopor dan melempari pemaian lawan yang bertugas menyusun batu menjadi piramida.

3. Engo-engo

Permainan yang dimainkan dengan cara satu orang sebagai penjaga benteng sambil berusaha menebak atau menemukan lokasi persembunyian para pemain lain. Permainan ini di tempat lain disebut dengan petak umpet. Jika salah satu pemain yang bersembunyi berhasil memegang benteng duluan dia akan berteriak ‘enggo’ maka Si Penjaga Benteng harus kembali bertugas sebagai penjaga benteng.  Oh iyya, kalau di kotamu permainan ini disebut apa?

4. Dende

Dende adalah permainan yang melatih keseimbangan dan kekuatan kaki. Permaian yang hamper disukai oleh seluruh anak perempuan. Permainan ini biasa disebut dengan engklekan. Biasanya dimainkan 4 atau lima orang anak. Kadang kala juga lebih dari itu. Biasa juga dimainkan secara kelompok. Permainan ini hanya membutkan batu pipih atau biasa juga menggunakan ubin yang sengaja dibuat bulat. Atau kadang kala menggunakan kain yang dijahit dan memasukkan pasir sebagai batunya. Katanya sih, agar mudah diarahkan wkwkwkwkw J permainan ini menggunakan petak yang sesuai dengan jenis dende yang digunakan.

5. Bom

Permainan ini lebih sering dikenal dengan benteng. Permainan ini umunya dimainkan anak laki-laki ini, juga sangat digemari oleh anak perempuan. Permainan ini menguji kerjasama dan strategi pemain. Cara memainkannya cukup sederhana, pastikan terlebih dahulu jumlah keseluruhan pemain genap. Lalu dibagi dua, saling beradu serta masing-masing memiliki benteng yang harus dijaga. Mereka bertugas menangkap atau menyentuh terlebih dahulu pemain lawan. Pemain lawan yang disentuh akan menjadi tawanan dan bisa diselamatkan jika, teman se-timnya berhasil menyentuhnya.

6. Maggale

Nah bagaimana dengan permainan satu ini. Meskipun tidak sepopuler dengan Enggo-enggo dan Boi-boi ataupun Dende, permainan cukup seru. Serta paling langganan dijadikan sebagai salah satu permainan dalam lomba tujuhbelasan. Permainan ini menggunakan batok kelapa yang delah dua. Lalu, tengahnya diberi tali tambang. Cara memainkannya, mengapit kaki pada tali tambang. Tidak heran, jika permainan ini sering disebut dengan enggrang batok kelapa. Ayo, si apa yang biasa memainkan permainan ini?

7. Asing

Permainan yang menguji kelincahan untuk lari dari kenyataan, ehhh maksdunya lari melewati garis yang dijaga oleh lawan. Biasanya terdiri dari tiga atau empat garis. Jika berhasil melewati keempat penjaga maka kamu dan timmu dapat satu poin. Permaian ini biasanya disebut Gobok sodor. Kalua dikotamu disebut apa?

8. Lumpa-lumpa dan Lambasena

Selanjutnya permainnan yang lebih sering juga dimainkan oleh anak perempuan. Dengan menggunakan karet yang disambung. Dua orang pemain bertugas sebagai pemegang karet, satu yang lainnya bertugas melompat. Oleh karena itu permainan ini disebut Lompat karet. Kalo anak makassar menyebutnya lumpa-lumpa’ karena dimainkan dengan melompat. Nah permainan ini ada dua jenis ada karet yang dipegang dan dipindahkan dari pinggang, dagu hingga menggantung dengan tangan yang paling tinggi. Serta ada juga dengan memutar tali yang disebut dengan lambasena.

9. Kandasse

Kandasse atau bola bekel, adalah permainan yang dimainkan oleh anak perempuan. Permainan yang akan menguji kelincahan dan kecepatan tangan dalam membolak-balikkan tutup botol yang beradu dengan bola yang dilemparkan ke atas. Jika bola lebih dulu jatuh, maka dinyatakan kalah.

Itulah beberapa permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak 90an di Sulawesi selatan. Sebenarnya masih sangat banyak sekali. Tetapi, jangan sampai Tulisan ini terlalu panjang, dan kamu lelah membacanya L

Melalui permainan tradisional kita tidak hanya dilatih kerjasa tim tetapi juga dapat melatih otak dan sel motorif kita. Melalui permainan tradisional kita juga belajar meredam rasa egois. Itulah mengapa, menjadi hal penting untuk tetap menjaga dan melestarikan permainan tradisional. Bukan sekedar mempertahankan budaya, tetapi juga sangat bermanfaat bukan? Nah, bagaimana dirimu, permainan apa yang biasa kamu mainkan?

Ilmal

Referensi : Berbagai Sumber

Join The Discussion