Opini

Ramadhan di tengah pandemi covid-19, saatnya menghidupkan ibadah sosial

Setiap tahun, umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, di bulan ini begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berpuasa artinya menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Melalui kegiatan ini, manusia khususnya umat Islam bukan hanya diajarkan untuk menahan lapar dan dahaga tetapi juga bagaimana mereka mampu menahan hawa nafsu, belajar untuk meredam emosi, menghargai sesama, membantu bagi yang membutuhkan bahkan berhati-hati dalam bersikap.

Bulan puasa merupakan momen yang tepat untuk melatih diri dalam membentuk akhlak mulia, akhlak ketakwaan, kebajikan, kebaikan, kepedulian, tolong-menolong, kasih sayang, kecintaan, kesabaran, dan akhlak mulia lainnya yang mampu dibangun oleh orang-orang yang menjalankan puasa.

Selain itu, kewajiban Umat Islam dalam menjalankan puasa dapat mewujudkan persatuan kaum muslimin, kesetaraan antara di kaya dan si miskin, penguasa dan rakyat, orang tua dan anak kecil, serta laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini, semua berada pada derajatĀ  kemanusiaan yang sama tanpa mempertimbangkan perbedaan latar belakang, suku, budaya, etnik serta status sosial. Dengan demikian, jiwa sosial dan rasa kemanusiaan untuk membantu sesama akan tumbuh dengan sendirinya.

Menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi covid-19 tentu memberikan pengalaman yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Misalnya saja dari segi aktivitas beribadah yang biasanya di lakukan di luar rumah harus dilaksanakan di rumah saja. Wabah virus corona tidak hanya membawa duka dengan banyaknya nyawa yang terenggut tetapi juga telah menyempitkan ekonomi. Di saat inilah kita dituntut untuk menghidupkan ibadah sosial. Tak sedikit yang kehilangan pekerjaan sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok khususnya bagi mereka yang berada di kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pada poin inilah, uluran tangan yang berkecukupan sangat dibutuhkan.

Mengulurkan bantuan bagi mereka yang membutuhkan tidak selamanya harus dalam jumlah besar. Kita bisa mulai saling berbagi dengan tetangga atau keluarga di sekitar kita yang berkekurangan. Juga, menyalurkan sedekah melalui agen terpercaya dapat menjadi langkah konkret dalam menghadapi situasi yang mencekam ini. Bukankah Islam mengajarkan untuk saling membantu sesama dan membahagiakan orang-orang yang terkena musibah?

Dengan demikian, Marilah kita saling belajar menerapkan prinsip persamaan sosial dan mengasah rasa kemanusiaan agar semua dapat tetap merasakan indahnya bulan suci ramadhan di tengah pandemi ini. (KA)

Join The Discussion