free page hit counter
Opini

Stop Bullying!

Baru-baru ini berita tentang perundungan (Bullying) menarik keprihatinan kita. Salah satunya adalah kasus yang menimpa Audrey, sebagai korban atas Perundungan sekaligus Penganiayaan yang dilakukan oleh belasan murid yang menjadi viral di media sosial. kasus bullying atau perundungan memang bukanlah sesuatu yang baru, terutama di dunia pendidikan. perundungan memiliki dampak yang sangat buruk, bahkan bisa membekas seumur hidup. karena itu, anak korban perundungan sangat perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat agar tidak mempengaruhi pertumbuhan mentalnya.

Memori anak akan merekam setiap perlakuan perundungan yang didapatkannya. Salah satu dampaknya jika tidak mendapatkan penanganan secara tepat, anak tersebut kelak akan memiliki sikap penakut untuk mencoba hal-hal yang baru, atau bisa jadi akan mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. perilaku perundungan memiliki beberapa jenis, seperti perundungan berupa fisik, perundungan verbal, dan perundungan psikologis. Dalam kasus yang menimpa Audrey contohnya, adalah jenis perundungan yang lebih dominan ke fisik, bahkan disebut-sebut sebagai kasus penganiayaan berat. Dalam kasus perundungan, apa yang bisa kita pelajari ke depannya? dan bagaimana cara mengetahui ketika ada anak yang lain menjadi korban perundungan dan seperti apa penanganannya? Anak yang terkena perundungan biasanya tidak menyukai rutinitas hariannya untuk bersekolah.

Anak akan lebih banyak mencari alasan untuk tidak berangkat ke sekolah. Mereka merasa tidak nyaman dan trauma untuk datang kesekolah. Karena perundungan memberikan dampak negatif terhadap mental dan psikologis anak, maka akan menurunkan semangat belajar dan prestasi anak danmembuat anak sulit berkonsentrasi. Ketika sifat anak berubah menjadi pemurung, maka kemungkinan anak tersebut berpotensi mengalami perundungan di sekolah. Hal tersebut bisa kita gali informasinya dengan cara mengajaknya ngobrol dalam suasana yang santai.

Kita juga bisa memancingnya dengan cara bercerita terlebih dahulu. Cari tahu apa yang anak alami tanpa terkesan mendesaknya. Saat anak bercerita, tunjukkan rasaempati. Jangan sampai kita mengeluarkan kalimat yang menyalahkan atau memojokkan anak. Hindari penggunaan kalimat yang membuat anak merasa pantas untuk menjadi korban perundungan. Anak korban perundungan akan mengalami masalah dalam interaksi sosialnya, terutama dengan teman-teman sekolahnya. Anak akan cenderung lebih memilih diam atau menarik diri. Ketika perilaku perundungan sudah sampai pada ranah fisik, maka akan ada beberapa luka pada tubuh anak atau anak mengeluhkan rasa sakit pada anggota tubuhnya.

Jangan abaikan keluhan yang disampaikan oleh anak. Semakin cepat kita menyadarinya, maka akan semakin cepat anak terbebas dari perundungan. Bila tanda fisik dan tingkah laku ini sudah diketahui, sebaiknya kita bertanya kepada anak, apa yang membuatnya berperilaku demikian. kita juga bisa menghubungi guru di sekolah untuk mengetahui apakah anak menjadi korban perundungan. Ketika kita bisa memastikan anak menjadi korban perundungan, maka carilah solusi terbaik. Beri dukungan pada anak dan pastikan bahwa ia akan baik-baik saja. Bicarakan dengan baik dan katakan bahwa dia tidak akan menjadi korban perundungan lagi. Yakinkan bahwa dia adalah anak yang kuat. Ajari anak untuk selalu bersabar dan rendah hati. Jangan ajarkan anak untuk membalas perilaku perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya. Yang terakhir adalah mendiskusikan dengan pihak sekolah untuk menemukan solusi.

Karena peran pendidikan juga sangat di butuhkan dalam kasus seperti ini, melihat kasus perundungan lebih banyak terjadi di lingkungan sekolah. Serta peran orang tua, keluarga dan juga lingkungan sekitar sangat diharapkan dalam pencegahan kasus perundungan yang bisa terjadi kapan saja, dengan menanamkan nilai-nilai pendidikan moral kepada anak-anak untuk selalu memiliki sikap menerima dan senantiasa toleran kepada sesama lawan jenis, sesama teman sejawat, dan juga teman yang berbeda agama maupun etnis. (*aws)

Join The Discussion