Opini

Tokoh Dunia : Fatmawati Soekarno, Ibu Negara RI & Kisahnya Menjahit Bendera Merah Putih

Dalam KBBI arti ibu ialah wanita yang telah melahirkan seseorang. Hal ini juga berarti ibu adalah orangtua perempuan dari seorang anak. Ibu memiliki peran yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak.

Tahukah Sahabat Damai, tidak hanya memiliki peran dalam lingkup keluarga saja. Seseorang yang bergelar ibu memiliki tugas lebih besar dari yang kita duga. Sebagai contohnya ialah menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa maupun negara melalui segala tindakannya dengan setiap cinta semua perbuatannya untuk keluarga tersayang.

Sahabat, bagaimana jika perempuan hebat itu adalah seorang Ibu Negara? Tentu saja keberadaannya di sisi pemimpin negara sangatlah menyejukkan kepemimpinan suaminya. Perannya sebagai ibu untuk anak-anaknya dan juga seluruh rakyat bersama dengan presiden yang ia dampingi. Ibu negara dan segala ketenarannya dalam sejarah negara.

Hal ini juga tidak lepas dari seorang perempuan yang disebut sebagai Ibu Negara RI pertama yaitu Fatmawati Soekarno, istri dari presiden RI pertama Soekarno. Beliau juga menjadi salah satu pahlawan yang membantu dalam menjahit bendera merah putih untuk dikibaran pada 17 Agustus 1945.

Fatmawati yang lahir di Bengkulu pada tanggal 5 Februari 1923 awalnya diberi nama Fatimah yang artinya bunga teratai dan Siti Djabaidah, yang merupakan nama dari salah seorang istri Nabi Muhammad SAW.

Ia merupakan putri dari Hasan Din, tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Selain menjadi keluarga yang dihormati, mereka juga disebut sebagai keturunan kerabat Kesultanan Indrapura yang mengungsi ke Bengkulu ketika kerajaan itu ditekan VOC (Belanda) pada awal abad ke-19.

Pertemuan Soekarno dan Fatmawati

Saat itu, Soekarno diasingkan oleh pemerintah Hindia-Belanda di Bengkulu setelah dipindahkan dari Enda, Flores. Mendengar kabar tersebut, Hasan Din datang menemuinya dan menawarkan untuk bergabung di Muhammadiyah.

Fatmawati yang saat itu baru berusia 15 tahun menjadi salah satu murid di sekolah tempat Soekarno mengajar. Soekarno menawarkan untuk melanjutkan sekolah bersama anak angkatnya setelah lulus, Ratna Juami.

Fatmawati kemudian ikut tinggal di rumah Soekarno dan keluarganya di Bekngkulu. Awalnya, ketertarikan tersebut hanya sebatas kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Hingga akhirnya pada usia 17 tahun, Soekarno memberanikan diri untuk melamar Fatmawati.

Tetapi sebelum menikahi Fatmawati, Soekarno lebih dahulu bercerai dengan Inggit yang merupakan istri dari Soekarno. Pada tahun 1943, pernikahan Fatmawati dan Soekarno dilaksanakan di Bengkulu.

Kisah Fatmawati dan Bendera Merah Putih

Setelah menikah, Fatmawati kemudian tinggal dirumah Soekarno di Pegangsaan Timur 56. Disanalah awal mula Fatmawati menjalani hidup sebagai istri dari pejuang revolusi dan menjahit sang saka merah putih.

Saat menjadi istri Soekarno, Fatmawati berkenalan dengan berbagai tokoh-tokoh nasional seperti Hatta, Ki Hajar Dewantoro hingga petinggi Jepang yang dekat dengan Soekarno.

Pada tahun 1945, Jepang akhirnya menyerah pada sekutu. Mendengar hal tersebut, golongan muda ingin kemerdekaan Indonesia dipercepat karena menganggap jepang tidak dapat dipegang janjinya.

Karena menunggu persetujuan dari tokoh-tokoh lain, Soekarno dan Hatta kemudian “diamankan” oleh golongan muda ke Rengaesdengklok, dekat Karawang, pada Agustus 1945. Fatmawati juga ikut bersama Soekarno.

Fatmawati dalam membuat bendera merah putih tidak langsung jadi saat itu juga. Sebelum 16 Agustus 1945, ia sudah menyelesaikan sebuah bendera merah putih. Namun ketika diperlihatkan ke beberapa orang, bendera tersebut dinilai terlalu kecil.

Tidak mudah mendapatkan kain untuk membuat bendera, pasalnya sebagian rakyat masih menggunakan karung goni untuk membalut tubuhnya. Bahkan Fatmawati, tidak memiliki kain untuk dijadikan bendera. Hal tersebut karena Jepang menguasai ekspor impor barang.

Fatmawati kemudian memanggil seorang pemuda untuk menemui Shimizu, seorang suruhan dari Jepang. Shimizu merupakan pimpinan barisan propaganda Jepang, yaitu gerakan Tiga A. Ia juga ditunjuk sebagai perantara dalam perundingan Indonesia-Jepang pada tahun 1943.

Shimizu saat itu sering mendengarkan pikiran, keluhan dan pendirian orang Indonesia serta diterima hingga dianggap ‘teman’. Walau orang Jepang, ia cukup fasih dalam berbahasa Indonsia.

Setelah itu, Shimizu menghubungi seorang pembesar Jepang lainnya yang merupakan kepala gudang di bilangan Pintu Air di depan eks Bioskop Capitol. Kain itu kemudian dijahit oleh Fatmawati menjadi sebuah bendera berukuran 2×3 meter.

Ketika menjahit bendera tersebut, tidak jarang Fatmawati menitikkan air mata. Fatmawati yang saat itu sedang hamil besar anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra.

Ia menjahit kain tersebut hanya menggunakan mesin jahit yang dijalankan menggunakan tangan. Sebab dokter melarangnya untuk menggunakan mesin jahit.

Akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia dapat memproklamirkan Kemerdekaan pada hari Jum’at Ramadhan. Bendera yang dijahit Fatmawati dikibarkan untuk pertama kali diiringi lagu Indonesia Raya karya W.S Surpratman.

Pahlawan Nasional Perempuan

Setelah proklamasi 17 Agustus, Fatmawati dan Soekarno harus mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada peperangan hingga selesainya Agresi Militer pada tahun 1948.

Seiring berjalannya waktu, saat anak kelimanya lahir Fatmawati berpisah dengan Soekarno. Muncul berita bahwa Soekarno ingin menikahi Harini dan Fatmawati tidak ingin dipoligami.

Perpisahannya dengan Soekarno tidak menjadikan Fatmawati untuk berkiprah di dakwah Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Pernikahannya dengan Soekarno dikaruniai lima orang anak, tiga perempuan dan dua laki-laki.

Fatmawati meninggal karena terkena serangan jantung di usia 57 tahun saat perjalanan pulang setelah melangsungkan ibadah umrah pada 1980 di Kuala Lumpur.

Karna jasanya terhadap revolusi kemerdekaan, 4 November 2000 Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid melalui Keppres Nomor 118/TK/2000 menetapkan Fatmawati sebagai Pahlawan Nasional.

5 Februari 2020 bertepatan dengan hari ulang tahun Fatmawati, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan patung Fatmawati Soekarno karya pemahat Garuda Wisnu Kencana I Nyoman Nuarta di Simpang Lima Ratu Sambat, Bengkulu.

atr16_

Referensi :

https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/24/090000579/fatmawati-soekarno–kiprah-dan-pernikahan-dengan-soekarno?page=all
https://tirto.id/peran-fatmawati-dalam-sejarah-perjuangan-proklamasi-kemerdekaan-ri-giFj
https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2014/02/Fatmawati-Istri-Presiden-Indonesia-Pertama-Soekarno.html
https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/17/mrmr7c-fatmawati-menjahit-bendera-pusaka-dari-kain-pemberian-jepang

Join The Discussion