Opini

Bangsa, Negara dan Manusia yang Berakhlak Mulia

Indonesia merupakan sebuah negara yang dihuni oleh banyak masyarakat yang memiliki ragam suku dan budaya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu tindakan agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga serta mencegah timbulnya suatu perpecahan di dalamnya.

Terdiri atas beragam suku dan budaya, mempertahankan kerukunan masyarakatnya merupakan poin penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Tindakan ini pun termasuk ke dalam bentuk upaya bela negara yang disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Bagi masyarakat yang memahami betul manfaat dari lingkungan yang kondusif penuh damai dan terjaga keharmonisannya, tentu saja mengidamkan kehidupan tertib serta teratur lingkungan sosial masyarakatnya. Namun, keadaan ini dapat terwujud apabila masyarakat akhlak yang mulia.

Pada hakekatnya, orang yang beragama tentu saja sadar bahwa usaha pembangunan bangsa dan negara tidak akan berhasil tanpa adanya akhlak, tanpa memperbaiki akhlak bangsanya. Akhlak mulia merupakan kunci utama dalam meraih segala kemuliaan di masa hidup. Akhlak mulia akan membawa kita pada kehidupan yang diidamkan serta mewujudkan keadilan yang dinginkan oleh semua orang.

Titik Temu Umat Manusia

Sebelum membahas lebih jauh perihal titik temu, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu Akhlak Mulia. Serta bagaimana kaitannya antara Akhlak Mulia dengan kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia.

Kata Akhlak berasal dari bahasa Arab “khuluq”, jamaknya ialah “akhlaq” dan memiliki arti tabiat atau budi pekerti. Dalam artian lain, Akhlak Mulia didefenisikan sebagai suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh setengah manusia kepada manusia lainnya untuk menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam setiap perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat (Prof. Ahmad Amin).

Nah, jadi kita sudah mengetahui kan poin penting yang terkandung dalam kata Akhlak Mulia. Sebagian besar maknanya ialah tak jauh dari sikap seorang manusia terhadap kebajikan yang seharusnya ditanamkan dan dibenihkan di sepanjang hayat selama masa hidupnya. Artinya, segala sesuatu yang bernilai kebaikan dan usaha dalam menjaga kebaikan tersebut.

Kaitannya lagi dengan umat manusia, bisa dikatakan antara manusia dan Akhlak Mulia terdapat suatu hubungan yang membentuk serta membantu usaha pembangunan peradaban yang baik. Menghasilkan sesuatu yang ke depannya akan membawa suatu bangsa ke ranah kemajuan serta panggung dunia.

Hubungan ini akan menciptakan suatu kondisi yang juga membantu peningkatan setiap sektor yang ada pada tatanan suatu bangsa. Meningkatkan kualitas yang kemudian menghadiahkan kehidupan sejahtera bagi bangsa dan negara yang masyarakatnya memiliki Akhlak Mulia.

Lebih lanjut, Akhlak merupakan tujuan bagi umat beragama, yang mana terhubung dalam konteks toleransi beragama, bernegara, perdamaian dunia dan bersikap pada lingkungan dengan benar. Seperti yang telah kita ketahui pula, ajaran dalam agama selalu menitik beratkan pada keindahan. Menjaga segala sesuatunya berada tetap pada posisinya dan mempertahankan keindahan yang ada.

Begitu pula yang kita peroleh dari Akhlak Mulia yang dimiliki oleh setiap umat manusia. Suatu keadaan penuh damai serta lingkungan yang menunjang berbagai peradaban untuk hidup berdampingan. Suatu titik temu yang menjadi visi dari setiap keinginan manusia di muka bumi. Suatu keadaan yang diidamkan oleh seluruh masyarakat dunia, damai.

Berakhlak Mulia

Tidak akan tercapai keinginan suatu bangsa, apabila yang diteguhkan hanyalah penguatan pemikiran, ketahanan akan kekuatan, kekayaan yang berlimpah, namun melupakan keberadaan Akhlak Mulia. Telah dijelaskan di muka, visi dari setiap umat manusia di dunia yang menginginkan kedamaian di sepanjang hidupnya.

Pemimpin yang memiliki kecerdasan, kekuatan serta kekayaan tidak akan mampu bertahan dalam memimpin negaranya, apabila ia tidak memiliki pendirian yang kokoh. Suatu keadaan yang erat hubungannya dengan Akhlak Mulia yang menjunjung tinggi nilai kebajikan.

Mereka yang berkuasa akan semakin berkuasa tanpa melihat masyarakat yang berada di bawah, kekuasaan yang berujung pada penindasan dan ketidaksetaraan serta melenyapkan keadilan sosial. Tidakkah ini suatu tindakan yang jauh dari kata keindahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Suatu keinginan hidup dalam damai di negara sendiri, tak akan pernah terwujud.

Bayangkan, jika terciptanya suatu pemerintahan yang dimpimpin oleh orang-orang berakhlak. Orang-orang yang menyandang Akhlak Mulia dalam setiap tindak tanduknya dalam kepemimpinannya. Makan tidak akan ada lagi kesenjangan yang terlalu jauh antar masyarakat dalam negeri.

Kini, hanya perlu mengetahui bagaimana cara untuk membangun Akhlak Mulia tersebut. Tentu saja dengan membersihkan hati serta ruh dan juga jiwa. Menjaga segalanya tetap berada dalam keindahan sahaja. Menjadi orang yang cerdas tidaklah menjadi kehidupan lebih berguna, jika melupakan momen mengajari hati untuk berlaku sesuai Akhlak.

Kata orang, sekolah memang mampu menghasilkan orang-orang pintar serta ahli di bidangnya masing-masing. Namun, tak akan cukup bagi seseorang untuk melatih hatinya di masa sekolah bahkan hidup. Dibutuhkan usaha yang tekun dan juga berserah diri pada sang pencipta, sebagai usaha membangun hati yang bersih sebagaimana hal yang diperlukan oleh seorang pemimpin yang amanah.

A Sofyan NA

Join The Discussion