Opini

Mitos dan Fakta Air Rebusan Mie yang Bisa Mengakibatkan Kanker

Banyak masyarakat Indonesia percaya pada informasi bahwa air rebusan mie instan yang mengandung lilin di dalamnya, sehingga berwarna keruh dan berminyak. Tidak sedikit pula masyarakat mengganti air rebusan mie instan kuah pertama dengan air rebusan kedua untuk kuah mie instan.

Bener gak sih kalau dalam kandungan air rebusan mie instan itu berbahaya bagi kesehatan? Jawabannya MITOS. Fakta nya pada proses pembuatannya. Mie instan dibagi menjadi 2 proses pengolahannya, yaitu menggunakan metode deep frying dan pemanggangan.

1. Metode deep frying atau Penggorengan

Pada proses pengolahannya, mie instan yang menggunakan metode penggorengan atau deep frying memiliki umur simpan cenderung lebih lama. Hal ini berkaitan dengan proses pengolahannya yang membuat kadar air pada mie instan itu sangat rendah sehingga tidak memungkinkan bakteri untuk hidup dan berkembang biak.

Air rebusan mie instan yang keruh dipengaruhi oleh proses penggorengan atau deep frying yang menggunakan minyak, sehingga ketika kita rebus mie instan air nya akan menjadi keruh. Air rebusan yang keruh ini bukan lilin tapi kandungan minyak dan tepung yang tercampur dengan air sehingga berwarna keruh.

2. Metode pemanggangan

Proses pengolahan mie instan dengan menggunakan metode pemanggangan memiliki keunggulan juga kelemahan. Keunggulan pada proses ini yaitu air yang digunakan sebagai rebusan mie instan akan tampak jernih tidak akan berwarna keruh seperti air rebusan mie instan yang lain.

Selain dari proses pengolahannya yang membutuhkan waktu, mie instan yang diproses dengan metode pemanggangan ini memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga mie instan biasanya.

Biasanya bahan dasar pembuatan mie ini menggunakan tepung mocaf (Modified Cassava Flour) yang aman bagi pencernaan dan bukan dari tepung terigu. Tepung mocaf memiliki nutrisi dan rendah indeks glikemik yang membuatnya bisa dikonsumsi oleh penderita gula darah tinggi.

Benarkah Air Rebusan Mie Berbahaya?

Banyak berita simpang siur yang beredar di kalangan masyarakat, salah satunya air rebusan mie instan yang keruh dan berminyak ini mengandung lilin. Lilin dalam mie berfungsi sebagai pengawet mie agar tidak cepat kadaluarsa dan berbahaya bagi kesehatan karena bersifat kanker.

Prof. Hardinsyah Guru Besar Depertemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan tidak perlu mengganti air rebusan mie instan/merebusnya 2 kali. Mie instan yang diproduksi dan beredar di Indonesia sudah menggunakan tepung terigu yang mengandung asam folat yang baik buat tubuh.

Dalam satu bungkus mie instan, terkandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini larut dalam air yang artinya ketika kita merebus mie dalam air, maka semua vitamin dan mineral akan larut dalam air rebusan tersebut termasuk Asam folat larut dalam air akan terbuang percuma.

Baik atau Tidak Makan Mie Instan dengan Nasi?

Prof. Hardinsyah menyatakan tidak baik mengkonsumsi mie instan dengan nasi secara bersama-sama, dikarenakan mie instan maupun nasi sama-sama mengandung karbohidrat. Baiknya menyeimbangkan asupan protein dan vitamin dengan menambahkan telur dan sayur dalam satu porsi mie instan.

Berapa Sering Kita Konsumsi Mie instan?

Profesor dari Harvard dan ahli diet Mount Elizabeth Hospital menjelaskan konsumsi mie instan dalam satu bulan sekitar 1-2 kali, mengingat mie instan bukan lah makanan utama atau pokok yang harus dikonsumsi setiap hari, juga kandungan nutrisi dalam mie instan tergolong sedikit.

Hal tersebut disampaikan oleh ahli diet Mount Elizabeth Hospital Seow Vi Vien, seperti dikutip dari The Strait Times via Kompas.com. Menurut Vien, batas aman makan mi instan dalam seminggu adalah satu sampai dua kali. Mie instan mengandung lemak jenuh dan natrium serta protein, vitamin dan sedikit mineral. 

Dalam sebungkus mie instan lengkap dengan satu paket bumbu mengandung sampai 1.700 miligram natrium. Jumlah tersebut 85% lebih banyak dari rekomendasi jumlah asupan natrium harian. Menurutnya, konsumsi garam atau natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke. 

Kalau ada orang yang hanya makan mie instan saja tiap hari, ia akan mengalami kurang gizi seiring berjalannya waktu. Vien mengumpamakan konsumsi mie tersebut tiga kali sehari. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan jumlah nutrisi yang dibutuhkan seperti protein, vitamin dan mineral guna mendukung kesehatan.

dimasnurhadii

Join The Discussion