Opini

Kearifan Alam Sulawesi Selatan, Diantaranya Sudah Go Internasional

Pulau Sulawesi terkenal dengan daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam. Pulau unik berbentuk K ini menduduki urutan ke 11 sebagai pulau terbesar di seluruh dunia.

Apakah sobat Duta Damai masih ingat pelajaran sejarah ketika masih sekolah? Kalau masih, pastinya kalian tidak akan asing dengan kisah pelaut Portugis sekaligus sebagai orang Eropa pertama yang datang berkunjung ke pulau Sulawesi pada tahun 1525.

Di balik kunjungan pelaut Portugis tersebut, terdapat tujuan dan misi yang besar yaitu, mencari emas. Menariknya, selain emas Sulawesi juga berlimpah akan sumber daya alam lain, salah satu yang paling terkenal adalah hasil rempah-rempah.

Beragam hasil alam pulau Sulawesi juga tersebar pada masing-masing wilayah sub daerah atau provinsi. Terdapat 4 provinsi yang menempati pulau Sulawesi, salah satunya adalah provinsi Sulawesi Selatan.

Provinsi Sulawesi Selatan juga terkenal dengan potensi alam yang sangat banyak. Beberapa potensi yang paling menonjol dibandingkan yang lain yaitu bidang pertambangan dan hasil laut.

Hasil tambang atau galian dari Provinsi Sulawesi Selatan antara lainnya, gas alam, batu bara, marmer, nikel, dan pasir. Sedangkan hasil sumber daya lautnya yakni, rumput laut, ikan tuna, ikan terbang, udang, teripang, dan cakalang.

Nampaknya selain tambang dan laut, hasil alam Sulawesi Selatan sangatlah beragam. Bahkan pada beberapa penelitian akademik, hasil sumber daya alam Sulawesi ada yang diolah dan sudah go internasional.

Hasil Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan yang Mendunia

Satu kalimat yang cocok disematkan untuk provinsi yang lekat dengan istilh “negeri para pemberani” ini yaitu, luar biasa. Butuh waktu banyak dan narasi panjang untuk menceritakan semua kekayaan alam dan budaya yang ada di Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, dalam artikel ini tim Duta Damai Sulawesi Selatan akan merangkum beberapa saja. Simak selengkapnya di bawah ini:

  1. Kayu Eboni, Kayu Langka yang Harganya Istimewa

Eboni merupakan salah satu kayu yang sering menjadi incaran pasar ekspor internasional. Kayu eboni memiliki nama biologis Diospyros Celebica. Fisik jenis kayu ini sangatlah unik dan berbeda dengan yang lain, karakter yang paling mencolok yaitu warna tidak teratur dengan guratan dan bercak- bercak acak.

Kayu eboni tergolong kayu mewah yang sangat disukai oleh peminatnya. Sayangnya, kayu eboni Sulawesi semakin menurun produksinya hingga masuk menjadi kategori jenis pohon langka di Sulawesi.

Salah satu hasil kerajinan asli Sulawesi Selatan yang terbuat dari kayu Eboni yaitu miniatur perahu pinisi. Kapal pinisi sudah dikenal luas dan populer sebagai kapal kayu tradisional asli buatan masyarakat Sulawesi Selatan yang sudah berlayar jauh ke berbagai samudra di seluruh dunia.

Miniatur tersebut dibuat untuk mengenang nenek moyang terdahulu. Tidak heran harga yang ditawarkan oleh perajin cukup tinggi. Hal tersebut karena bahan yang digunakan berkualitas tinggi dan cukup langka. Meski demikian peminatnya sudah sampai pasar internasional.

  • Penghasil Rumput Laut Terbesar di Indonesia

Hasil alam Sulawesi Selatan selanjutnya berasal dari laut, tidak lain rumput laut. Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dari total rumput laut yang dihasilkan Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 11.269.342,00 ton, 30% diantaranya berasal dari Sulawesi Selatan atau setara dengan 3.409.048,20 ton.

Data analisis dari Badan Standarisasi Nasional mengungkapkan bahwa Pasar  rumput laut  Sulawesi Selatan  sudah  merambah  ke  China, Malaysia, dan Thailand namun terkendala dengan penyerapan tenaga kerja dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Kabupaten yang paling banyak menghasilkan rumput laut adalah Takalar. Bahkan selama pandemi Covid-19, 51 ton rumput laut Gracilaria dilepas dari Makassar, Sulawesi Selatan ke Jepang pada Sabtu, 2 Mei 2020. Asiknya, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai 36.594 dolar AS.

  • Kopi Toraja, Andalan Indonesia

Pecinta kopi rasanya kurang lengkap jika belum pernah mencicipi nikmatnya kopi toraja khas Sulawesi Selatan. Kopi ini dikenal sebagai Queen of Coffee, menjadi salah satu varian kopi arabika populer yang memiliki kualitas terbaik di Indonesia.

Kopi Toraja berasal dari Sulawesi Selatan atau lebih tepatnya di Desa Sapan, Kabupaten Tana Toraja. Nama latinnya Celeber Kalosi, rasanya tergolong khas dan karakter yang sangat unik. Tidak sedikit yang ketagihan dengan cita rasa dan aroma dari ratunya kopi ini.

Sampai saat ini, popularitas kopi Toraja tidak hanya dikenal di Indonesia, namun juga terus menembus pasar mancanegara. Sejumlah negara barat tertarik dengan kopi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini.

Seperti pelaku industri kopi dari San Francisco, Amerika Serikat (AS) yang membuka peluang peningkatan perdagangan ekspor, termasuk perdagangan langsung, untuk produk kopi dari Toraja ke AS.

  • Dinobatkan Sebagai Lumbung Padi Nasional yang Tiada Habisnya

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat produksi padi pada periode Januari – April tahun 2021 meningkat.  Produksi pada periode Januari – April, mencapai 1.669.308 ton gabah kering giling (GKG), sehingga mengalami peningkatan sebesar 41 persen dari tahun sebelumnya.

Menariknya, hasil produksi beras Sulawesi Selatan bisa menutupi kebutuhan beras di provinsi lainnya. Bulog bahkan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lumbung padi, mengingat belum ada daerah lain yang mampu mencukupinya.

Sulawesi Selatan merupakan provinsi dari pulau Sulawesi yang memiliki ragam potensi sumber daya alam. Bahkan beberapa hasil alamnya sudah berhasil menyentuh pasar internasional.

Pendayagunaan potensi alam Sulawesi Selatan bisa saja ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh masyarakat. Mulai pemerintah, pejabat daerah, pelaku ekonomi-produksi, serta tidak kalah penting peran pemuda sebagai penerus estafet perjuangan dan pergerakan.

Nova Putri Diana

Sumber Referensi:

Alam syamsu. Dkk, Peranan Sumberdaya Hutan Dalam Perekonomian Dan Dampak Pemungutan Rente Hutan Terhadap Kelestarian Hutan Di Kabupaten Gowa, Jurnal parennial, Vol.3, No. 2,

Rudi.dkk, Teknologi Mister (Mesin Seaweed Terapung);Upaya Efektivitas Panen Budidaya Rumput Laut Di Takalar Sulawesi Selatan, Jurnal Pena, Vol.7, No.1, 2020

Http://panel.sulselprov.go.id/pages/komoditas-unggulan-rumput-laut

Https://sulselprov.go.id/welcome/post/ditengah-pandemi-produksi-padi-sulsel-meningkat-41

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Https://www.antaranews.com/berita/1578854/bangga-dengan-lipa-sabbe-sulawesi-selatan

Join The Discussion