Opini

Pentingnya Kesehatan Mental dan Tren Self Healing Pemuda Generasi Pandemi

Kamu akan menjadi lebih sehat, jika kamu tahu bahwa kamu bukan hanya sehat fisik, namun sehat mental juga (Dearself_id)

Pernahkah kamu merasakan perasaan campur aduk antara sedih, kecewa, rasa takut dan trauma yang menjadi satu? Beberapa dari kamu mungkin pernah. Perasaan demikian biasanya terjadi pada seseorang yang baru saja mengalami suatu hal yang tidak mengenakkan hati.

Jangan disepelekan! Perasaan seperti itu berpotensi meninggalkan bekas luka batin atau trauma mendalam. Dampak paling buruk, bisa merusak mental dan memicu depresi akut. Tidak heran, akhir-akhir ini sangat ramai dikampanyekan oleh para pemuda aktivis dan praktisi tentang tindakan self healing dan pencegahan penyakit mental.

Mengapa Menjaga Kesehatan Mental Itu Penting?

Apakah kamu pernah mendengar sebuah pernyataan yang mengatakan “Seiring bertambahnya usia, semakin bertambah pula ragam masalah seseorang”. Kalimat tersebut bisa dikatakan benar adanya, melihat penderita mental non turunan dimulai dari usia-usia aktif dan produktif.

Tidak semua orang memiliki kemampuan menghadapi masalah dengan bijaksana. Ada Pula individu tertentu yang cukup kuat dan tahan mental, akibat support dan dukungan lingkungan sekitar. Sayangnya, tidak semua orang memiliki privilege demikian.

Gejolak konflik yang terjadi pada individu berpotensi bisa menyebabkan penyakit mental, salah satunya depresi dan stres. Dampak paling buruk bisa sampai meregang nyawa, seperti kasus yang menimpa salah satu pemuda di NTB yang nekat melakukan aksi bunuh diri akibat depresi, karena tidak kunjung mendapat pekerjaan.

Terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini, pandemi yang berlangsung cukup lama dan mempengaruhi pada banyak hal. Misal, sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan turunya tingkat kesejahteraan ekonomi.

Mengutip dari Antara News, bahwa selama pandemi Covid-19 tingkat bunuh diri akibat depresi mengalami lonjakan sebanyak 200 persen. Angka tersebut tergolong sangat besar dan mengejutkan.

Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan mental. Kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental begitu diperlukan oleh semua pihak dan tingkatan usia. Era  pandemi bukan menjadi penghalang untuk menerapkan pemeliharaan kesehatan mental secara mandiri.

1. Tips menjaga Kesehatan Mental Pada Masa Pandemi

Banyak sekali cara yang bisa kamu pilih dan praktekkan untuk menjaga kesehatan mental. Berikut beberapa tips yang bisa kamu maupun pemuda lain terapkan saat masa pandemi.

2. Kontrol Penggunaan Media Sosial

Sebuah penelitian menyebutkan, salah satu faktor penyebab terjadinya mental illness atau sakit mental adalah media sosial. Apalagi penggunaan media sosial selama pandemi juga mengalami peningkatan yang besar.

Banyak sekali korban atau selebriti yang memutuskan bunuh diri pasca menerima serangan bui melalui media sosial. Sebagai tindakan represif atau pencegahan, kamu bisa belajar mengontrol penggunaan media sosial.

3. Berani Menolak

Menolak permintaan orang lain sering membuat kamu merasa tak enak. Tapi ingat, tidak semua permintaan tersebut perlu dan bermanfaat untuk-mu. Biasakan untuk berani berkata tidak, jika memang benar-benar tidak ingin.

Rasa enggan untuk berkata tidak, umumnya karena tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman. Padahal sikap yang seperti ini bisa berimbas dan berpotensi untuk menyakiti diri sendiri.

Pada awalnya, mungkin kamu akan merasa keberatan, saat seperti itu yang perlu kamu yakinkan adalah diri kamu sendiri. Apakah kamu siap untuk menerima konsekuensinya atau tidak. Pada beberapa kesempatan kita harus mengutamakan diri kita terlebih dahulu sebelum orang lain.

4. Tinggalkan Cyrcle pertemanan yang Toxic

Jangan pernah ragu untuk meninggalkan teman yang toxic. Toxic friend adalah kata yang mengacu pada teman yang tidak mendukung dan memberikan kontribusi positif untuk hidup kita.

Akibat pertemanan yang tidak sehat, bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tertekan. Faktanya bukan hubungan pertemanan saja yang berpotensi toxic, begitupun sebuah hubungan lawan jenis juga berkesempatan untuk berlaku hal demikian.

Jika sudah menyangkut mental, langkah terbaik yakni, mengeluarkan teman seperti ini dari hidup. Berikan jarak dengan teman yang toxic ini secara emosional, hindari membicarakan hal-hal pribadi dengan mereka.

5. Menyibukkan diri dengan aktivitas positif

Mencari aktivitas baru mungkin bisa mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang bersarang di fikiran. Selain itu, aktifitas-aktifitas yang tercipta juga membuat lebih produktif dan bermanfaat.

Jika tips-tips di atas masih belum cukup membantu, kamu bisa melakukan penanganan lanjutan lewat tenaga ahli, seperti psikolog atau konselor.

Selain tips di atas, cara menjaga kesehatan mental yang paling viral yaitu, self healing. Self healing merupakan metode penyembuhan penyakit bukan dengan obat, melainkan dengan menyembuhkan, mengeluarkan  perasaan  dan  emosi yang terpendam di dalam tubuh. Simak tren macam-macam self healing yang biasa pemuda generasi pandemi lakukan.

Tren Self Healing Pemuda Generasi Pandemi

Ada banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk self healing. Apalagi tindakan self healing yang dilakukan oleh pemuda generasi pandemi saat ini kerap kali dijadikan sebuah konten.

Tujuan pembuatan konten sendiri beragam, mulai dari ingin memotivasi diri sendiri hingga orang lain. Hal tersebut tentu sangat kontras dengan praktik self healing pada masa lalu. Yoga atau meditasi sangat dianjurkan oleh psikolog, sebagai tindakan untuk menenangkan jiwa dan menghilangkan rasa stres.

Tren self healing yang mungkin kamu temui saat ini seperti jalan-jalan, menghabiskan waktu bersama doi atau keluarga. Tidak sedikit yang mengungkapkan sedang melakukan self healing dengan cara memuaskan diri lewat mengkonsumsi makanan-makanan lezat yang dia inginkan.

Berbagai macam tren yang mengatasnamakan self healing, bisa jadi benar-benar self healing. Asal melalui aktifitas-aktifitas tersebut, jiwamu menjadi lebih tenang dan tentram yang sifatnya bukan sesaat. *Nv

Sumber Referensi:

Diana rahma sari, 2020, self healing is knowing your own self, surabaya: unesa university press

https://www.hipwee.com/narasi/istilah-self-healing-banyak-beredar-di-media-sosial-tanda-banyak-orang-yang-sedang-membutuhkannya/, diakses pada tanggal 9 Oktober 2021,pukul 14.12

https://roketin.com/blog/tipsandtricks/self-healing-from-social-media/, diakses pada tanggal 9 Oktober 2021,pukul 14.20

https://www.antaranews.com/berita/2449885/humaniora-kemarin-peluang-pendidikan-kades-hingga-depresi-naik, diakses pada tanggal 9 Oktober 2021,pukul 14.30

Join The Discussion