Berita

Israel-Palestina, Salah Siapa? Berdirinya Negara Israel.

Setiap orang Indonesia berhak mengutarakan pendapat tersendiri mengenai konflik antara Israel dan Palestina, tapi apakah kita benar-benar mengerti bagaimana awal mulanya permasalahan mereka dimulai? Konflik ini bermula dari keinginan dua orang untuk menempati wilayah yang sama yaitu negara Israel dan wilayah Palestina. Awal mula kenapa Israel menyerang Palestina adalah konflik yang terjadi saat wilayah Arab masih menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.

Pada Perang Dunia I, Kekaisaran Ottoman runtuh dan Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour yang dipandang pihak Yahudi dan Arab mendirikan tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina . Kaum zionis pada saat itu memilih Palestina berdasarkan keyakinan mereka bahwa tanah suci yang dijanjikan Tuhan kepada Yahudi adalah tanah Palestina.

Pada Perang Dunia II, ratusan ribu orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina untuk melarikan diri dari penganiayaan, kekerasan dan serangan kepada mereka saat perang terjadi. Pada tahun 1936 warga Palestina melancarkan pemberontakan terhadap Inggris yang mendukung terciptanya zionis ditanah Palestina. Pemberontakan berlangsung hingga pada tahun 1939.

Setelah pemberontakan tersebut Inggris kemudian mencoba membatasi imigrasi kaum Yahudi di Eropa menuju tanah Palestina. Zionis akhirnya menyatakan perang terhadap Inggris. Hal itu membuat Inggris menyerahkan permasalahan Palestina kepada PBB, sekaligus Inggris mengakhiri mandat koloninya ditanah Palestina.

Pada tahun 1947 PBB menyepakati untuk membagi wilayah Palestina menjadi 2 wilayah yakni orang Yahudi dan orang Arab. Kota Yerusalem menjadi kota suci bagi orang Arab dan Yahudi. Pembagian tersebut membuat Palestina menolaknya setelah banyak kota utama dan garis pembagian tidak seimbang antar keduanya. Baiklah mari kita bahas sejarahnya.

Berdirinya Negara Israel

Theodore Herzl, pemuda berusia 31 tahun asal Hungaria, bisa dikatakan dia adalah sosok memprakarsai berdirinya Israel. Dia adalah seorang jurnalis yang bertugas di Perancis yang meliput beberapa peristiwa di Perancis. Tak disangka dia terkejut dan teramat kesal karena mengetahui betapa buruknya kondisi orang Yahudi di Eropa yang mengalami diskriminasi yang sangat parah. Oleh karenanya Theodore Herzl, kemudian berpikir mencari solusi mengakhiri penderitaan orang-orang Yahudi yang serta merta ditolak oleh orang Eropa dan akhirnya ide pun muncul di kepalanya.

Dia ingin mendirikan sebuah negara Yahudi khusus untuk orang-orang Yahudi. Pendiri gerakan zionis itu akhirnya bernama Theodore Herzl. Pada tahun 1897 kongres zionis pertama dilaksankan untuk mendiskusikan tempat dimana berdirinya negara Yahudi. Ada yang mengusulkan Uganda, Argentina dan Palestina yang pada awalnya gagasan Herzl ditolak mentah-mentah oleh Rabi Yahudi, seperti ulama kalau dalam agama Islam.

Alasannya karena bahwa dalam ajaran agama Yahudi mereka dilarang berkumpul dan mendirikan “Yahudi state”, mereka harus menunggu juru selamat Mesias. Namun entah kenapa Rabi Yahudi tidak bisa menghentikan rencana Herzl dan para pengikutnya.

Tak henti-hentinya si Herzl ini berpikir, dia terus berpikir bagaimana impiannya terwujud untuk mendirikan negara di Palestina. Yang mana Palestina waktu itu berada dibawah kekuasaan Khilfah Turki Utsmani dan rasanya sangat mustahil mereka memberikan tanah Palestina. Mencoba tak mengapa kan? Theodor Herzl memberanikan diri menemui Sultan Hamid II untuk memberikan penawaran yang menarik, apalagi kalau bukan uang. Oh tentu saja tawarannya ditolak mentah-mentah oleh sultan Turki tersebut.

Mengalami penolakan terus-menerus tak menyurutkan tekadnya yang sudah bulat itu. Kali ini dia memutuskan untuk menemui musuh Turki Utsmanui yaitu Rusia dan Inggris. Herzl menaruh harapan disana. Meskipun gagal meyakinkan Rusia, dia mendapatkan tawaran dari Inggris. Namun wilayah yang diajukan bukanlah Palestina, melainkan Uganda dan ternyata tawaran itu ditolak, loh kenapa sih?

Kelompok zionis terbagi menjadi 2 kubu. Bagi orang Yahudi yang sudah menetap di Palestina, Kekaisaran Ottoman adalah harapan terbesar mereka dari ancaman Inggris yang mendukung bangsa-bangsa Arab. Sedangkan bagi para zionis yang berada di Eropa, ancaman terbesar datang dari Kekaisaran Ottoman, maka dari itu Inggris-lah yang harus didukung. Salah satu Yahudi Eropa yang mendukung Inggris adalah seorang ilmuwan yang bernama Chaim Weizmann. Dia berhasil membuat kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Inggris “Lord Arthur Balfour”, dengan memberikan sepetak tanah bagi bangsa Yahudi bila berhasil mengalahkan Kekaisaran Ottoman.

Empat tahun kemudian, pada tahun 1918 Inggris berhasil mengalahkan Kekaisaran Ottoman. Tidak hanya itu, dia diberikan mandat oleh Liga Bangsa-Bangsa untuk berkuasa di seluruh tanah bangsa Palestina. Namun ternyata dia berkhianat oleh bangsa Yahudi. Udah ketebak akar permasalahannya dimulai dari mana.

Pada tahun 1921, Inggris membentuk kerajaan Transjordan. Kerajaan ini bukan bagi bagsa Yahudi. Tanpa disangka pengingkaran ini memantik nasionalisme ekstrim di bangsa Palestina yang menghendaki kemerdekaan serupa yang juga disisi yahudi. Yahudi sendiri semakin tidak mempercayai Inggris dan membenci bangsa Arab. Konflik antar masyarakat Arab dan Yahudi di Palestina semakin meningkat hari demi hari dimana kedua belah pihak saling menyerang satu sama lain.

Karena konflik ini Yahudi membentuk para militer, Haganah. Mereka percaya bahwa Yahudi tidak boleh mempercayai bangsa manapun baik bangsa Arab dan  terutama Inggris yang pada saat itu mengkhianatinya.

Pada tahun 1939 merupakan tahun yang sangat kejam bagi bangsa Yahudi. Jerman yang dikuasai oleh partai NAZI berambisi memburu dan memusnahkan seluruh orang Yahudi di dunia ini. Padahal awalnya bangsa Yahudi yang ingin hidup berdampingan dengan bangsa Arab, mereka malah terkontaminasi dengan insiden ini. Sehingga kelompok teror Yahudi mulai terbentuk seperti IRGUN dan LEHI untuk menyerang dan membantai prajurit Inggris karena dianggap menghambat imigrasi Yahudi ke Palestina. Kekacauan pun dimana-mana, Inggris semakin muak dan akhirnya menyerahkan Palestina ketangan PBB. Pada waktu itu Palestina dibagi 3 bagian yaitu satu untuk bangsa Yahudi, satu untuk bangsa Arab, dan Yerusalem untuk PBB.

Pada tanggal 29 november 1947 pemilihan suara dimulai. Dari hasil pemilihan ini 33 negara setuju, 13 ditolak, 10 negara abstain dan 1 negara tidak hadir. Kekacauan di Palestina akhirnya membuat Inggris mundur. Bisa dikatakan lepas tangan alyas bye-bye pada tanggal 15 Mei 1948.

Setelah mundurnya Inggris, negara-negara Arab mulai menyerang Israel, namun gagal. Sehingga sejumlah wilayah Arab berpindah tangan ke Israel. Pada tahun 1949 tiba momentum saat membahagiakan bagi zionis. Mereka mendesklarasikan berdirinya negara Israel. Sementara status Palestina pada saat itu belum merdeka bahkan sampai saat ini. (*cha)

Sumber :

https://www.suara.com/news/2021/05/18/120518/kenapa-israel-menyerang-palestina-bagaimana-awal-mulanya?page=all

https://www.youtube.com/channel/UCKAV3scmhfcH5Ozc6ICZGRQ

Louhy Channel

Join The Discussion